Pengalaman menjadi wirausahawan dalam kegiatan ekonomi kreatif
Pada pelajaran IPS berlangsung, ibu guru memberikan tugas kelompok untuk berjualan seperti market day tapi dengan judul ekonomi kreatif. Setiap kelompok terdiri dari 10 orang. Saat itu kami langsung duduk berkelompok dan memikirkan makanan atau minuman apa yang akan kami jual di ekonomi kreatif. Kami memutar otak supaya dapat untung dan bahan pokoknya tidak mahal sedikit tapi enak serta kita bisa mendapatkan untung.
Kami berdiskusi lama bahkan berhari-hari kami masih suka mengganti menu makanan kami. Karna balik lagi, kami menghitung budget dan perkiraan untung serta apakah akan di minati banyak orang atau tidak. Hari pertama berdiskusi kami memikirkan untung berjualan bola-bola ubi. Dan pada hari kedua kami menambah menu berjualan mie pangsit goreng dengan harga yang cukup ramah bagi para kantong pelajar tapi kemungkinan besar mendapatkan untung yang lumayan juga.
Pada hari berikutnya, kami memikirkan logo, serta nama toko kita, dan juga poster, sambil menetapkan harga jual, dan memperhitungkan budget dengan bahan pokok makanan yang akan kita jual. Aku bagian mendesain logo, dan kami menetapkan bahwa nama toko kita adalah dapoer cegil. Tidak tau asal-usulnya dari mana, tapi kami kepikiran ide nama itu untuk nama toko kami. Lalu aku mulai membuat logo, aku menggunakan tema berwarna pink untuk membuat logo.
Tadinya aku hanya ingin membuat logo dengan tulisan dapoer cegil saja, tapi setelah di pikir-pikir itu terlalu flat atau kosong. Aku juga memilih warna pink, karna aku suka pink dan kebetulan kelompokku berisi perempuan semua. Aku menambahkan sedikit ornamen pada logo itu, sudah pasti ornamen nya berwarna pink, agar tidak terlalu flat. Saat membuat logo aku berpikir dengan sangat keras karena ide itu mahal dan sulit.
Aku benar-benar memikirkan arti dai setiap ornamen dan juga tulisan yang ada di logo. Beberapa kali mendapatkan revisi, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.Walaupun aku menggunakan ornamen, tapi aku berusaha agar logo terlihat simple dan tidakterlalu penuh dengan ornamen yang membuat orang pusing melihatnya. Akhirnya logo yang ku buat sudah selesai dan sudah di approve oleh teman sekelompok ku.
Kami langsung memasang logo itu di poster jualan kami dan mempromosikan nya di status wa agar banyak orang yang melihat dagangan kami, serta grup satu sekolah. Kami juga sempat membuat percobaan bola ubi di rumah temanku, dan kami berhasil membuat bola ubi tanpa hambatan. setelah itu kami mencicipi nya agar berasa apa saja yang kurang dalam bola ubi yang kita buat supaya bisa kita improve agar menjadi lebih enak.
Menurut kita rasanya sudah pas, dan tidak ada yang perlu di improve lagi. Dan bersyukurnya banyak para siswa dan siswi yang memesan ubi bola lumer serta mie pangsit yang kita jual. Akhirnya pada tanggal 14 februari, kami langsung bergegas menyiapkan bahan serta memasak keperluan untuk besok. sayangnya aku tidak mengikuti saat memasak keperluan itu tapi aku melihat progress nya dari sebuah foto serta video yang di kirim lewat grup chat WA.
Pada hari berjualan, kita semua sibuk membungkuskan makanan ke dalam mika dan menaruh toping di bola ubi serta mie pangsit lumer. Rasanya lelah dan kewalahan, tapi menurutku itu seru. Sampai dimana salah satu toping coklat ubi lumer kita mengeras di sebabkan kami menaruhnya di dalam kelas yang di mana ruang kelas adalah ruang ber-AC. Kami semua memutar otak agar coklat itu dapat mencair kembali dan dapat di gunakan.
Kami menggunakan metode merendamkan coklat di air panas, tampaknya berhasil tapi ternyata hanya sesaat saja coklat itu mencair. Akhirnya aku dan salah satu temanku pergi ke rumah teman yang rumahnya berada dekat di sekolah, dan meminta tolong untuk mencairkan coklat. Tapi beruntungnya kami langsung di berikan coklat yang sudah mencair oleh mamahnya temanku, karna kebetulan beliau menjual es kulkul dan mempunyai coklat yang sudah mencair. Lalu kami mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau.
Dan tiba pada saatnya kami berjualan, kami menata meja kami dan barang jualan kami. Kami juga sempat berfoto setelah menata meja dengan sebaik mungkin dan memajangkan poster di depan meja itu. Waktu istirahat, banyak yang membeli jualan kami dan mengambil pesanan PO yang kemarin sudah di list di grup chat kami. Rasa lelah itu seakan terbayar dengan habisnya dagangan kita dalam waktu singkat. Dan juga kami mendapatkan keuntungan yang lumayan besar dari modal awal.
Sekian ceritaku kali ini, sampai bertemu di blog selanjutnya ya.... see you, guys 👋👋


Komentar
Posting Komentar